Sep 19 2008
A Life Interlude
Ketika kita memandang ke mana sebuah kehidupan sebenarnya berjalan,
Seringkali yang terlintas dalam pikiran kita adalah di mana kebahagiaan itu bisa kita temukan.
Seiring waktu berlalu, setiap hembusan nafas yang kita keluarkan menyampaikan seberapa jauh kita telah melewati sebuah hari.
Kadang terasa sangat berat, kadang juga terasa sangat sesak.
Namun tak jarang juga kita merasa bahwa semuanya tidak ada yang berubah.
Semuanya sama dan kita seolah-olah hanya mengulangi rangkaian alur cerita yang itu-itu saja setiap harinya.
Kita pulang dan terdiam di atas tempat tidur kita,
Sejenak hening dan berpikir; Apakah hidup akan senantiasa seperti ini?
Tak peduli betapapun berbeda satu hari itu dari yang lain.
Di akhir hari itu, sebelum kita pergi tidur, kita kembali lagi bertanya
Apakah aku sudah menjalani hidup yang aku inginkan hari ini?
Sebagian orang mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka.
Sehingga pertanyaan-pertanyaan seperti ini jarang terlintas dalam benak mereka.
Namun sebagian orang mungkin juga tidak bisa lari dari pertanyaan-pertanyaan seperti itu, betapapun sibuknya mereka.
Pada saat seperti itulah, kita mungkin merasa resah dengan perjalanan hidup dan semua pekerjaan yang sudah kita lewati.
Kita bertanya, sebenarnya untuk apa aku lakukan semua ini?
Mungkin memang benar bahwa kita sebenarnya adalah makhluk yang masih mencari dan selalu mencari jati diri kita.
Suatu hari kita berkata bahwa kita tahu apa yang kita inginkan,
Sama seperti banyak orang yang lainnya.
Kita mengejar prestasi, menjalin pertemanan, mencari sebuah kasih sayang
Atau apapun yang ada dalam pikiran kita pada saat itu.
Dalam setiap usaha yang kita lakukan, kita begitu yakin bahwa itulah yang memang kita inginkan dan itu juga yang terbaik untuk kita.
Namun ketika satu hari itu berlalu dan kita kembali ke dalam perenungan kita masing-masing.
Kita melihat ke belakang dan sadar bahwa semuanya tidaklah sejernih seperti yang kita bayangkan.
Kita kembali teringat bahwa setiap tetes keringat dan tenaga yang kita keluarkan pada akhirnya mencair dalam sebuah tanda tanya:
Apa ini yang aku inginkan dalam hidupku?
Tidak peduli berapa banyak gol yang telah kita hasilkan,
Berapa banyak lembar uang yang kita dapat,
Berapa lega hati kita oleh karena canda tawa yang kita bagi bersama teman atau saudara kita.
Pertanyaan itu tidak pernah berubah, bahwa hidup yang kita jalani sebenarnya berarti sesuatu untuk masing-masing dari kita.
Sebagian dari kita seringkali berpikir bahwa hidup yang kita jalani tidaklah sebaik yang orang lain jalani.
Atau bahkan hidup yang kita jalani mungkin adalah yang terburuk dari semuanya.
Namun jarang sekali kita berpikir apakah hidup orang lain adalah sebaik yang kita punyai?
Hidup yang kita jalani tidak selalu berarti seperti yang kebanyakan orang bilang.
Hidup yang kita jalani adalah hidup yang kita pertanyakan setiap harinya sebelum kita beristirahat di atas tempat tidur kita.
Hidup itu tidak berhenti pada sebuah hal yang sudah kita dapatkan dalam sehari itu,
Bukan juga hidup itu belum tercapai pada saat apa yang kita inginkan tidak terjadi di hari itu.
Hidup yang kita jalani sebenarnya ada dalam setiap perenungan dan pencarian akan keinginan dan jati diri kita dalam satu hari itu.
Di setiap air mata yang menetes, dan setiap tawa yang terurai,
Disitulah hidup kita berada.
Hidup yang benar-benar tinggal dalam setiap momen yang mengalir,
Hidup yang kita pelajari dari kerelaan kita untuk memberi daripada berharap,
Dan hidup yang ’hidup’ dalam tulusnya ungkapan perasaan masing-masing dari kita ketika hari mencapai pekatnya.
Inilah hidup itu, sambut kedatangannya dan hiduplah dalam setiap detik Ia berjalan.
Rayakan setiap hal yang ia coba untuk ajarkan kepada kita.
Dan jangan pernah menghindar untuk menyapa wajah paraunya,
Karena dalam setiap goresan yang ia torehkan adalah awal yang akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang selama ini kita cari
Life does not always be its best in every single day but it’s still always good to live at!